Tapak Tilas Ke 3 Museum Bersama " kaka ILMU BERBAGI"

  Pada pagi hari minggu tanggal 24 November 2013 saya dan teman-teman dari SMK Itaco mengunjungi 3 museum terbesar di Jakarta.yang pertama museum Monumen Nasional, yang kedua Museum Gajah ,yang terakhir Museum BNI dan tentunya kami mngunjungi museum tersebut kami semua di dampingi oleh kakak-kakak Asuh dari komunitas Ilmu Berbagi,dan kakak-kakak Asuhnya pun sangat ramah terhadap kami semua.jumlah keseluruhan kakak asuh kurang lebih 6-8 orang, masing-masing dari satu kelompok di dampingi oleh satu kakak asuh,dan saya pun di dampingi kakak asuh yang bernama kak Gita lestari.Menurut saya kak Gita orangnya sangat asik,baik dan seru,ketika di ajak bercanda dan bicara.


                        di perjalanan pertama kami semua mengunjungi museum Monumen Nasional
 Monumen Nasional adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.
Sejarah...
Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.
 Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
 Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
 Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
 Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga pada hari-hari libur.
                                         dan tidak lupa saya foto-foto bersama teman-teman...





setelah kami semua telah selesai mengunjungi Monumen Nasional, dan mau tahu pejalanan saya dan teman-teman selanjutnya ialah mengunjungi Museum Gajah dimana disana suatu Museum bersejarah yang berbau sejarah Agama Budha&Hindu,dll.dan di dalam Museum Gajah terdapat sejarah yang berupa sebuah Benda -benda kuno dari seluruh Nusantara.Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti , benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografii, perunggu, prasejarah,keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, dan benda berharga.Dan Museum ini di bangun pada tahun 1778, tepatnya tanggal 24 april yang didirikan oleh Pemerintah Belanda.Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum.
dan di dalam museum tidak kalah bagusnya, Salah satu koleksi tersebut dikategorisasikan dalam keramik, tekstil, numismatik, etnografi, perunggu, prasejarah, relik sejarah, dan benda berharga. Dan pada tahun 2001 koleksi Museum Nasional Gajah mencapai 109.342 buah, sangat banyakkan??.  Dan hingga tahun 2012 Museum Nasional Gajah bertambah lagi sekitar 140.000 buah.
Dan perlu anda ingat bahwa di museum Museum Nasional Gajah ini terdapat  patung Bhairawa yang memiliki tinggi 414 cm dan patung ini merupakan   manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang mana  merupakan perwujudan Boddhisatwa atau pancaran Buddha di Bumi.
Dari keterangan di atas hendaknya menambah wawasan tempat sejarah museum yang patut anda kunjungi untuk menambah wawasan sejarah anda, apalagi di tempat Museum Nasional Gajah memang terkenal dengan sejarah dan Koleksi museumnya yang tergolong lengkap.
                                     
                                      
                                                                                                                 

                   Perjalanan kami selanjutnya sekaligus perjalanan terakhir.
Kami menggunjungi museum bank indonesia  yang terletak Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat. Kakak asuh yang baik dan lucu membuat saya  tidak bosan dalam perjalanan.
                                             Perjalan ketiga kami ke museum bank indonesia
 Gedung yang digunakan sebagai Museum Bank Indonesia ini berdiri di Batavia pada 24 Januari 1828. Awalnya adalah rumah sakit (Binnen Hospitaal) yang terletak persis di sebelah dalam tembok Kota Tua. De Javasche Bank (DJB), cikal bakal Bank Indonesia, kemudian menempati bangunan dua lantai bekas rumah sakit ini.

 Gedung ini pertama kali digunakan oleh DJB sejak 8 April 1828. Pada tahun 1910, setelah lebih dari 80 tahun menempati gedung tua ini, DJB mulai direnovasi. Perancangan bangunan dikerjakan oleh Biro Arsitek Ed Cuypers & Hulswit (Fermont-Cuypers). Bangunan ini kelar pada tahun 1935.

 Bank Indonesia yang mengelola keberadaan museum ini mengharapkan bahwa keberadaan Museum Bank Indonesia sebagai cikal bakal terwujudunya museum bank sentral di Indonesia, yang mempunyai misi untuk mencari, mengumpulkan, menyimpan, dan merawat benda-benda maupun dokumen bersejarah yang saat ini dimiliki. Dibangunnya Museum Bank Indonesia merupakan sebuah upaya untuk menyajikan informasi mengenai dunia perbankan di Indonesia dalam bentuk yang mampu memberikan informasi yang lengkap dan runtut, sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

 Museum Bank Indonesia menampilkan koleksinya menggunakan multimedia untuk menarik pengunjung, bukan sekadar hiburan, melainkan juga merupakan edukasi yang tak membosankan. Play motion yang disandingkan dengan ruang teater kini diramaikan dengan ruang yang memaparkan sejarah lengkap tentang Nusantara sejak sebelum kedatangan bangsa Barat hingga keberadaan gedung MBI.

 Play motion lain juga akan ditempatkan di ruang numismatik sehingga pengunjung mengetahui cara kerja perbankan dalam membangun ekonom masyarakat juga ditampilkan dengan jelas dan gamblang. Tak lupa replika Kapal Jung Java yang pernah mengangkut rempah-rempah ditampilkan di museum ini sebagai bagian dari perkembangan ekonomi yang membentuk masyarakat.

 Museum yang memiliki lebih dari 400 lukisan kaca patri asli bikinan Belanda ini buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.30 (Selasa-Jumat), sedangkan Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Untuk melihat-lihat koleksi Museum Bank Indonesia, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.






Thank you kaka ilmu berbagi atas jalan-jalan tapak tilasnya..







Cari tulisan lain.....

Blibli.com

Ikuti Blibli.com Blog Competition Intel 2in1, hadiah laptop 10 ribu